Peran Perdagangan Internasioanal Terhadap Perekonomian Indonesia
Dalam konteks
perekonomian suatu negara, salah satu wacana yang menonjol adalah mengenai
pertumbuhan ekonomi. Meskipun ada juga wacana lain mengenai pengangguran,
inflasi atau kenaikan harga barang-barang secara bersamaan, kemiskinan,
pemerataan pendapatan dan lain sebagainya. Dewasa ini dapat
dikatakan bahwa tidak ada negara di dunia ini yang mampu memisahkan dirinya
dengan negara lain terutama dalam memenuhi kebutuhannya. Suatu negara dapat
saja memenuhi salah satu kebutuhannya, namun dilain pihak ada kebutuhan lain
yang tidak dapat dipenuhi dari dalam negeri karena alasan-alasan tertentu
seperti keterbatasan dalam sumber daya alam, kekurangan modal, skill yang belum
memadai dan lain-lain.
Dengan adanya
saling ketergantungan dan semakin terbukanya perekonomian dunia, maka kegiatan
perdagangan internasional menjadi kian penting peranannya.Ketika terjadi
perdagangan internasional yang berupa ekspor dan impor, akan memunculkan
kemungkinan untuk memindahkan tempat produksi. Peningkatan ukuran pasar yang
semakin besar yang ditandai dengan peningkatan impor suatu jenis barang pada
suatu negara, akan memunculkan kemungkinan untuk memproduksi barang tersebut di
negara importir. Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan
oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan
bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan
individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu
negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan
internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun
perdagangan internasional telah terjadi
selama ribuan tahun dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik
baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut
mendorong Industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran
perusahaan multinasional.
Dampak Positif Perdagangan Internasional
Terhadap Perekonomian
Perdagangan internasional
memiliki dampak positif bagi Indonesia sebagai
berikut:
1. Terpenuhi kebutuhan akan berbagai macam barang dan jasa.
2. Penduduk di negara yang bersangkutan dapat memperoleh barang dan
jasa dengan mudah dan mu rah sebagai akibat dari adanya efisiensi dan
spesialisasi.
3. Devisa negara meningkat.
4. Terbukanya kesempatan kerja.
5. Terciptanya persahabatan dan kerja sama antarnegara di berbagai
bidang.
6. Terdorongnya kegiatan ekonomi dalam negeri.
Dampak Negatif Perdagangan Internasional
Terhadap Perekonomian
Selain memiliki dampak positif, perdagangan internasional juga
memiliki dampak negatif. Adapun dampak negatif yang ditimbulkan oleh
perdagangan internasional antara lain sebagai berikut:
1.
Mundurnya industri dalam negeri jika masyarakat lebih menyukai
produk-produk yang diimpor dari luar negeri. Hal ini menyebabkan pemerintah di
berbagai negara melakukan kebijakan proteksi. Kebijakan proteksi yang
dikeluarkan pemerintah dapat berbentuk kuota, tarif, dan subsidi.
2. Munculnya ketergantungan
terhadap negara-negara maju sebagai pemilik faktor-faktor produksi. Dengan ada
ketergantungan tersebut, negara-negara maju dapat menetapkan
kebijakan-kebijakan ekonomi yang merugikan negara berkembang seperti Indonesia.
FAKTOR-FAKTOR PENDORONG PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Beberapa faktor yang
menyebabkan terjadinya perdagangan internasional dapat diuraikan sebagai
berikut.
· Perbedaan Sumber Alam
Suatu negara mempunyai kekayaan
alam yang berbeda, sehingga hasil pengolahan alam yang dinikmati juga berbeda.
Oleh karena sumber kekayaan alam yang dimiliki suatu negara sangat terbatas,
sehingga diperlukan tukar-menukar atau perdagangan.
- · Kondisi
Ekonomis yang Berbeda
Karena adanya perbedaan faktor
produksi yang mengakibatkan perbedaan biaya produksi yang dikeluarkan untuk
membuat barang, maka bisa jadi dalam suatu Negara memerlukan biaya tinggi untuk
memproduksi barang tertentu. Sehingga negara tersebut bermaksud mengimpor
barang dari luar negeri karena biayanya dianggap lebih murah.
- · Tidak
Semua Negara Dapat Memproduksi Sendiri Suatu Barang
Karena keterbatasan kemampuan
suatu negara, baik kekayaan alam maupun yang lainnya, maka tidak semua barang
yang dibutuhkan oleh suatu negara mampu untuk diproduksi sendiri, untuk itulah
diperlukan tukar-menukar antarbangsa.
- · Adanya
Motif Keuntungan dalam Perdagangan
Biaya yang dikeluarkan untuk
memproduksi suatu barang selalu terdapat perbedaan. Adakalanya suatu negara
lebih untung melakukan impor daripada memproduksi sendiri. Namun, adakalanya
lebih menguntungkan kalau dapat memproduksi sendiri barang tersebut, karena
biaya produksinya lebih mudah. Oleh karena itu, negara-negara tersebut akan
mencari keuntungan dalam memperdagangkan barang hasil produksinya.
- · Adanya
Persaingan Antarpengusaha dan Antarbangsa
Persaingan ini akan berakibat
suatu negara meningkatkan kualitas barang hasil produksi dengan biaya yang
ringan, sehingga dapat bersaing dalam dunia perdagangan.
Sumber:
Sukirno, Sadono. 2000. Makroekonomi Teori Pengantar Edisi
Kedua. Jakarta:
PT RajaGrafindo Persada.
Sukirno, Sadono. 2010. Makroekonomi Teori Pengantar
Edisi Ketiga. Jakarta:
PT RajaGrafindo Persada.
Winardi, 1998, Pengantar Ilmu Ekonomi, Edisi IV. Bandung:
Tarsito
Tidak ada komentar:
Posting Komentar