Untuk menjawab hal tersebut perlu diketahui sejarah Masyarakat Ekonomi Asean atau yang lebih kita kenal dengan MEA. MEA dibentuk dengan tujuan meningkatkan stabilitas ekonomi negara di Kawasan Asia Tenggara serta diharapkan mampu mengatasi masalah di bidang ekonomi antar negara. Pembentukan MEA pun sudah dirancang sejak tahun 1997 oleh para petinggi ASEAN melalui KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) ASEAN di Kuala Lumpur. Pada tahun 2003, melalui KTT ASEAN di Bali, MEA dideklarasikan akan dijalankan pada tahun 2020. Namun, di tahun 2007 pada saat KTT di SIngapura disepakati peta kebijakan (roadmap) untuk mencapai MEA oleh para pemimpin ASEAN dan menegaskan komitmen yang kuat untuk mempercepat pembentukan Komunitas ASEAN di tahun 2015.
Dengan demikian, di tahun 2016 ini MEA sudah benar-benar berlaku. Dengan kata lain semakin terbukanya aliran bebas tenaga kerja, investasi, modal, barang dan jasa di suatu negara tidak bisa dihindari lagi. Indonesia masih dalam keadaan siap dan tidak siap namun harus menjalankan. Sebagian masyarakat masih belum memahami apa itu MEA sehingga mereka belum sempat mempersiapkan ketrampilan dan daya saingnya untuk menghadapi MEA.
Proses liberalisasi tenaga kerja sebagai dampak dari MEA, sebagai tanda terbukanya kesempatan bagi tenaga kerja terampil yang telah disepakati oleh ASEAN untuk dapat berpindah dari satu negara ASEAN ke negara ASEAN lainnya tanpa mengalami hambatan. Untuk masyarakat yang bekerja informal tidak akan merasakan dampak tersebut namun bagi masyarakat yang bekerja di sektor formal, untuk yang belum siap bersaing menangkap ancaman tersendiri.
[cpm_adm id=”11945″show_desc=”no” size=”medium” align=”left”]
MEA, menyisakan peluang dan ancaman untuk semua masyarakat. Daya saing masih menjadi nilai utama. Menurut Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri dikutip dari liputan6.com, Untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing TKI saat MEA berlangsung, Kementerian Ketenagakerjaan menerapkan tiga strategi:
1.Percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja. Lembaga pelatihan kerja memegang peran penting untuk mewujudkan kompetensi tenaga kerja
2.Melakukan percepatan sertifikasi kompetensi. Pengakuan kompetensi berupa sertifikat kompetensi merupakan salah satu upaya untuk melindungi tenaga kerja Indonesia.
3.Melakukan pengendalian tenaga kerja asing. Masuknya tenaga kerja dari negara lain yang ingin bekerja di Indonesia, tentu akan mengurangi peluang kerja bagi TKI dalam negeri.
Satu tahun berjalannya MEA, munculnya tenaga kerja terampil asing harusnya menjadi signal tersendiri bagi masyarakat Indonesia untuk berbenah dalam meningkatkan daya saing dan produktivitas. Pemerintah hanya bisa melakukan fungsi kontrol untuk tidak kecolongan dengan masuknya tenaga kerja illegal, namun masuknya tenaga asing tidak bisa dihindari. Setiap masyarakat harus menyadari akan hal tersebut, sejumlah pelatihan dan sertifikasi menjadi sangat perlu. Tanpa adanya perbaikan tersebut kita akan susah bersaing dengan tenaga asing bahkan untuk sekedar menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Lalu, bagaimana strategi saya menghadapi MEA ?
1. Cari Informasi
Ada pepatah yang mengatakan untuk berperang kita harus mengenal medan perang, musuh, dan taktik. Begitu pun bersaing dalam MEA. Cari informasi sebanyak mungkin tentang MEA, negara anggota MEA, dan segala hal yang berkaitan dengan MEA. Selalu perbarui informasi dan pantau perkembangannya.
2. Menguasai Bahasa Asing
Untuk menghadapi pesaing yang gak cuma datang dari dalam negeri, wajib banget menguasai bahasa asing minimal Bahasa Inggris. Kenapa? Tentu saja karena Bahasa Inggris menjadi bahasa kedua di beberapa negara ASEAN. Bahasa Inggris akan mempermudah kita berinteraksi. Lebih baik lagi jika menguasai bahasa resmi di beberapa Negara ASEAN seperti bahasa Thai, Melayu, dan Burma.
3. Networking
Memiliki banyak teman bisa memperluas jaringan. Dimulai dari lingkungan rumah maupun kampus, seperti aktif berorganisasi atau ikut kegiatan pemuda di lingkungan rumah. Manfaatkan juga keberadaan media sosial untuk menambah teman dan jaringan dari Asia Tenggara sehingga bisa memperkaya pengetahuan kita tentang MEA dan menemukan peluang karir di masa depan.
4. Upgrade Skill
Meningkatkan kemampuan diri seperti ikut kursus, pelatihan, dan seminar. Jangan membatasi diri untuk belajar hal-hal baru dan selalu berpikir maju. Asah kreativitas dan kemampuan dengan mengikuti beberapa kompetisi untuk melihat seberapa jauh skill kamu berkembang.
5. Public Speaking.
Kemampuan berbicara di depan umum penting juga dikuasai karena menjadi salah satu penunjang dalam bersaing di era global ini. Selain melatih kepercayaan diri, public speaking akan meningkatkan keterampilan dalam berbicara dan berpikir kritis
6. Good Attitude
Jika semua poin-poin di atas sudah kalian miliki, jangan lupa attitude yang baik. Dengan adanya attitude yang baik, orang-orang yang bekerja sama dengan kita akan respect dan menghargai semua kemampuan kita. Apalagi bangsa Indonesia dikenal dengan keramahtamahannya yang bisa menjadi nilai tambah dalam bersaing.
Itu dia cara ku mempersiapkan persaingan dengan tenaga kerja asing dan sebagai mahasiswa kita juga harus mengenalkan MEA kepada orang sekitar. Jangan takut, tetap kepo, dan terus upgrade kemampuan diri agar menjadi pemuda berkualitas di masa depan.
http://melansyh.blogspot.com/2018/09/mempersiapkan-persaingan-dengan-tenaga.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar